Iklan

Iklan

,

Iklan

Pelantikan Bersejarah di Istana Kepresidenan: Ramadhani-Suryadi Pimpin Kota Solok Menuju Era Keemasan

20 Februari 2025, 18:39 WIB

Pelantikan Bersejarah di Istana Kepresidenan: Ramadhani-Suryadi Pimpin Kota Solok Menuju Era Keemasan


Indotorial.com, - Kamis, 20 Februari 2025, Indonesia menyaksikan momen bersejarah di Istana Kepresidenan, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto memimpin pelantikan 961 kepala daerah dari Sabang sampai Merauke, termasuk Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra dan Wakil Walikota Suryadi Nurdal untuk periode 2025-2030. Pelantikan ini menjadi simbol demokrasi yang matang serta komitmen pemerintah untuk memajukan Indonesia.


Acara ini dihadiri oleh 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota. Presiden Prabowo menekankan bahwa keberagaman bangsa harus disatukan demi cita-cita bersama. Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) dan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) menjadi dasar hukum bagi pengangkatan kepala daerah. Lewat sumpah jabatan, setiap pejabat berjanji menjalankan tugas secara adil demi kesejahteraan rakyat.


Kota Solok mendapat perhatian khusus sebagai "Kota Beras" yang menopang perekonomian lokal. Dengan terpilihnya Ramadhani Kirana Putra dan Suryadi Nurdal, kota ini diprediksi memasuki era baru pembangunan strategis. Kemenangan mereka dalam Pilkada serentak pada 27 November 2024, dengan 19.601 suara atau 52,19 persen dari total sah, menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka.


Ramadhani-Suryadi diharapkan tidak hanya mempertahankan sektor pertanian, tetapi juga mengembangkan perdagangan, investasi, teknologi, dan pariwisata. Program kerja 100 hari pertama diharapkan segera direalisasikan guna meningkatkan kualitas hidup warga.


Kota Solok harus beradaptasi dalam era globalisasi. Ramadhani dan Suryadi berkomitmen menerjemahkan aspirasi masyarakat ke dalam kebijakan konkret. Prioritas utama meliputi peningkatan infrastruktur, pembangunan jalan, revitalisasi fasilitas umum, serta pengembangan kawasan industri dan pariwisata guna menarik investasi baru.


Pemerintah Kota Solok juga akan menciptakan iklim usaha kondusif melalui penyederhanaan birokrasi dan insentif kepada pelaku usaha. Langkah ini bertujuan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan komunitas lokal menjadi kunci dalam menyusun kebijakan inklusif dan berkelanjutan.


Ramadhani menyatakan bahwa pelantikan ini adalah amanah besar dari rakyat. "Kami akan bekerja keras menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi modern demi kemajuan Kota Solok," ujarnya. Sementara itu, Wakil Walikota Suryadi menambahkan, "Keberhasilan pemerintahan adalah kemenangan bersama. Kami mengajak masyarakat untuk mengawal kebijakan yang akan dijalankan."


Tantangan ke depan tidak ringan. Pemerintah Kota Solok harus memastikan kebijakan yang diterapkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Fokus pada pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan menjadi prioritas utama.


Pelantikan ini menandai awal transformasi Kota Solok menuju era modern yang inklusif dan berdaya saing. Dengan kepercayaan masyarakat, Ramadhani dan Suryadi diharapkan membawa kota ini berkembang sebagai pusat perdagangan, investasi, dan pariwisata. Transformasi ini membutuhkan kerja keras, inovasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.


Masyarakat Solok berharap pemerintahan baru dapat segera menerapkan kebijakan strategis yang berdampak nyata. Dari penyediaan infrastruktur hingga pengembangan ekonomi kreatif, kebijakan ini diharapkan mengubah Kota Solok menjadi lebih dinamis dan progresif. Dengan semangat gotong royong, masyarakat siap berpartisipasi dalam setiap program pemerintah guna menciptakan iklim kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.(red/vn)